TANTANGAN DAN SOLUSI GURU DALAM
PEMBELAJARAN DARING DI
MASA PANDEMI
Oleh : Yusnizar Naufal Mas’ud
Pendahuluan
Sejak
akhir tahun 2019 hingga sekarang kasus ini meningkat dengan cepat tanpa
berhenti. Indonesia menjadi pemegang kasus Covid-19 ke-5 terbanyak di dunia dan
menjadi terbanyak di asia tenggara, dampak tersebut terasa hingga membuat
hampir seluruh aktivitas masyarakat di luar ruangan menjadi lumpuh total.
Pemerintah Indonesia langsung bergerak cepat dan ketat dengan diberlakukannya
kebijakan baru mulai dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) hingga
sekarang disebut dengan PPKM
(Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), namun dengan adanya hal
tersebut memiliki efek jatuhnya semua sektor di Indonesia, salah satunya ialah
sektor guruan.
Dalam sektor guruan pemerintah
Indonesia menggalakkan sistem PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Proses
pembelejaran tersebut menimbulkan masalah baru, dikutip dari Tempo.co, banyak
dampak negatif dari PJJ tersebut mulai dari anak kecanduan gawai hingga ancaman
putus sekolah yang dikarenakan perekonomian yang belum stabil (Diana. L : 2020).
Oleh karena itu peran guru disini sangatlah penting guna menunjang guruan siswa
meskipun dalam kondisi PJJ.
Pembahasan
A.
Tantangan Guru dalam Pembelajaran di Masa Pandemi
Proses pembelajaran secara ideal
terjadinya interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, dan siswa
dengan guru (Yuhana. Y : 2020). Seiring berjalannya WFH (Work From Home) yang
merupakan bentuk upaya dari pemerintah guna menekan penurunan kasus penyebaran
Covid-19, selain WFH pemerintah juga memberlakukan ‘Belajar Dari Rumah‘ yang hal
ini membuat tantangan baru seorang guru untuk memiliki tanggung jawab lebih terhadap
murid dalam melaksanakan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dengan seefektif
mungkin.
Di masa pandemi ini guru lebih
memiliki tantangan tersendiri, seorang guru harus bisa menjadi motivator dan
fasilitator terhadap pembelajaran dan perkembangan pesserta didiknya untuk
kedepannya. Tantangan pertama dari pembelajaran daring ialah seorang guru harus
bisa menggunakan teknologi, karena apabila seorang guru tiak bisa menggunakan
teknoliogi yang dipunyai maka akan berdampak pada pembelajaran tersebut.
Kedua, jaringan internet. Tanpa
disadari selain penggunaan teknologi guru maupun murid juga harus mempersiapkan
jaringan internet yang memadai guna berjalannya aktivitas pembelajaran online,
namun sayang nya jaringan internet tersebut tidak mencakup seluruh daerah di
Indonesia, khusus nya daerah pedesaan yang cenderung masih tidak stabil dan
hampir tidak terjangkau jaringan tersebut.
Ketiga, Sarana pendukung pembelajran.
Sarana pembelajaran merupakan yang paling penting diantara yang lainnya,
meskipun orang tersebut dalam kondisi memiliki jaringan internet yang lancar
dan paham akan teknologi namun tidak mempunyai sarana pembelajaran, maka sama
saja. Sarana pendukung pembelajaran tentunya sudah sesuai dengan Sarana pembelajaran tersebut
meliputi, laptop, smartphone, computer, webcam, kuota internet dan lain
sebagainya untuk menunjang pembelajaran semain baik.
Keempat, sistem penugasan dan
ujian. Banyak dari guru kebingungan untuk memberikan penugasan dan ujian yang
dikarenakan tidak sepenuhnya murid merespon dengan baik, mulai dari tidak
mengerjakan hingga melegalkan segala cara agar mendapat nilai yang terbaik pada
pembelajaran.
B.
Solusi Pembelajaran di Masa Pandemi
Dalam kondisi pandemi seperti saat
ini, guru harus bergerak cepat dan lebih inovatif dalam hal mulai dari pemberian
materi hingga penugasan yang memungkinkan untuk mudah dipahami dan tidak menyulitkan bagi murid.
Pertama, memberikan materi dan penugasan yang inovatif, dalam hal ini seorang guru
dituntut untuk memberikan bentuk materi yang mudah dan cepat dipahami seperti,
media video dan penugasan praktek terhadap murid supaya tidak jenuh saat
pembelajaran sedang berlangsung. Sistem pemberian materi dan penugasan dibuat
semudah mungkin agar guru dan murid mendapatkan akses dan informasi yang cepat
sehingga meghasilkan pembelajaran yang efektif.
Kedua, guru dapat melaksanakan
pembelajaran daring dengan cara, (1) Mulailah dengan mempelajari tugas selama
beberapa minggu mendatang. (2) Bagaimana guru akan memberi umpan balik tentang
kemajuan murid? (3) Beralih ke pengalaman di dalam kelas daring. (4) jangan ada
soal dengan jawaban yang mudah, terutama
jika guru memiliki rencana untuk memiliki sebagian besar nilai siswa
bergantung pada apa yang akan menjadi tes langsung. (5) Pertimbangkan
materi yang akan diberikan (6) Pastikan semua terkomunikasikan dengan baik, karena guru harus menjelaskan
secara detail suatu pembelajaran terhada murid agar tidak menjadikan salah
paham antara guru dan juga murid (Miller, M. D : 2020)
Kesimpulan
Berdasarkan
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa
proses pembelajaran secara ideal terjadinya interaksi antara guru dengan siswa,
siswa dengan siswa, dan siswa dengan guru. Di masa pandemi ini guru lebih
memiliki tantangan tersendiri, seorang guru harus bisa menjadi motivator dan
fasilitator terhadap pembelajaran dan perkembangan pesserta didiknya untuk
kedepannya. Tantangan guru tersebut terdiri dari, guru harus mengerti
teknologi, jaringan internet yang memadai, sarana pendukung pembelajaran, dan
sistem penugasan dan pembelajaran itu sendiri. Sedangkan solusi dari tantangan
tersebut adalah pemberian tugas yang inovatif dan efisien untuk pembelajaran
juga untuk penugasan.
Daftar Pustaka
Ø
Miller, M. D. (2020, March). Going online in a hurry:
What to do and where to start. The
Chronicle of Higher Education, 8–10.
Ø
Wangi,N. B. S. (2020). Belajar dari krisis pandemi
Covid-19, Indonesia butuh kurikulum fleksibel. Lenteratoday.
Ø
Anugrah, D. (2020). Dinamika pembelajaran daring di
tengah pandemi Covid-19. Berita
Magelang.
Ø
Irawan, H. (2020).
Inovasi pendidikan sebagai
antisipasi penyebaran Covid-19
(Educational innovations anticipating the spread of [Covid-19]). In
Ombudsman RI. Ombusman RI
Ø
Putsanra, D. V. (2020). Daftar e-learning Kemendikbud,
sekolah online untuk mencegah corona. Tirto.Id.

0 Komentar